❤ Me Myself and I

Berbuat baik untuk diri sendiri harusnya ngga sulit ya, karena hal pertama yang harus dicintai sebelum cinta yang lain-lain ya cinta sama diri sendiri.

Tapi lucunya ngga sedikit orang yang bisa jungkir-balik, kayang sampe koprol buat orang-orang yang dia cinta tapi resep banget nyiksa diri.

Apa dia termasuk masokis pa ekoo?

Ngga juga, biasanya orang kaya gitu gagal nemuin cara untuk cinta sama diri sendiri dan kompensasinya dia cinta sama orang lain sampe stadium akut dan (sadar ngga sadar) berharap berbalas minimal level yang sama.

Sedih ya?

Banggeet.

dan hamba, dengan segala kebesaran dada yang dimiliki (baik secara perumpamaan dan secara kenyataan) mengakui masih belom lulus ujian “mencintai diri sendiri”

Disuruh berbuat baik sama diri sendiri 10 hari aja cuma bisa 3 hari.

Trus sekarang bingung, kudu di rewind atau lanjutin aja…

Tapi yang jelas ngga boleh berhenti sih.

Sponsored Post Learn from the experts: Create a successful blog with our brand new courseThe WordPress.com Blog

Are you new to blogging, and do you want step-by-step guidance on how to publish and grow your blog? Learn more about our new Blogging for Beginners course and get 50% off through December 10th.

WordPress.com is excited to announce our newest offering: a course just for beginning bloggers where you’ll learn everything you need to know about blogging from the most trusted experts in the industry. We have helped millions of blogs get up and running, we know what works, and we want you to to know everything we know. This course provides all the fundamental skills and inspiration you need to get your blog started, an interactive community forum, and content updated annually.

NANAONAN BERSAMA KIMI & THANKS TO ME

Sebagai makhluk dengan mager sebagai nama tengah plus sabotase diri jadi kebiasaan hari-hari, ikut komunitas dengan aktivitas berbagai tugas ngga akan pernah terpintas dalam pikiran sebelum tahun 2016.

Eh..sadar-sadar sekarang udah masuk bulan terakhir di 2018.

Kalau keajaiban itu ada mungkin ini salah satunya.

Baiklah, sepertinya gue harus kocok-kocok isi kepala dulu supaya sel-sel abu-abu otak gue berada pada tempat semestinya dan memudahkan untuk bikin ‘daftar nanaonan’ bareng KIMI di 2018 ini.

Layaknya awal tahun untuk kebanyakan manusia NSPH (normal,sehat dan penuh harapan), gue memulai dengan daftar doa.

Oh…secucurnya gue udah berhenti bikin resolusi atau daftar doa di awal tahun dari beberapa tahun yang lalu, jadi sebenernya gue ngga masuk kategori NSPH banget ya, tapi thanks to KIMI gue bisa bikin daftar harapan untuk memulai tahun.

a. Nikah.

b. Rezeki berlimpah berkah berkah berlimpah

c. Doa-doa yang diijabah.

Mari kita coba centang,

Poin a?

Cek-cek sebelah tempat tidur?

Cek-cek isi belahan jiwa?

Oh masih kosong rupanya,

BHAIQUE

bukan tahun ini..NEXT!

Poin b?

Hmm…Alhamdulillah dikasih cukup untuk hidup, ngga kaya raya macam Orang Kaya Gila Asia yang lagi membahana sih, tapi setidaknya gue ngga punya hutang uang?

Poin c?
Kalau diijabah sesuai yang gue pengen, terutama untuk HAL-HAL BESAR sesuai yang gue mau, mungkin belum, tapi sepertinya untuk hal-hal kecil yang rawan terlewatkan atau diijabah dengan cara yang lain ada sih pasti.

2. Beberes
Beberes bukan sembarang beberes, beberes yang ngga cuma naro barang-barang pada tempatnya tapi buang barang pada tempatnya dan buka mata sama apa aja yang gue punya dan perlukan.
Omong-omong…gara-gara tugas beberes ini gue nemu duit Rp.200.000 dong…

bukan karena beta Orang Kaya Gila Asia, tapi karena beta adalah manusia yang bodo amat tapi salah tempat.

3. Ke dokter gigi
Tugas ini mungkin terinspirasi dari sang penemu KIMI The One and Only Asri Fitriasari sang (calon) dokter gigi yang berdiri Koass sejak 2011 dan InsyaAllah berlabuh di 2019.
Apa yang gue dapet dari tugas ke dokter gigi ini?

Gue nyobain hal baru yang belom pernah gue cobain seumur umur, scaling alias bersihin karang gigi, enak ternyata efek setelahnya, mungkin emang udah sekudunya ya gue ga boleh males coba sesuatu yang baru.

4. Baca Buku Hati Yang Gembira adalah Obat tulisan Sophie Navita.
Trus abis baca ngapain?

Ya di review lah..dan yang terpenting diambil saripati tulisan buku itu.
Jadi saripati buku itu apa?
Ya itu… hati yang gembira adalah obat.
Yasalam…itu mah nenek-nenek kayang sambil merem juga tau, intinya apa duhai cabelitaa…

Ya pokoknya orang yang sakit biasanya karena hatinya ngga gembira

Kenapa bisa ngga gembira?
Ya bisa karena belum menerima kondisi yang ada, belum memaafkan dan sejenisnya.
Baca sendiri lebih seru sih. Plus dapet bonus resep makanan.

5. Push Awareness

Waktu tugas ini gue ikut acara luncheon KIMI yang isinya talk show show show bareng Irma Rahayu (bukan bunda Dorce ya) dan ngebahas real happiness.
Wah..baru sadar gue..lagi-lagi belajarnya soal bahagia, padahal bisa loh gue ikut pelatihan yang lain, seperti pelatihan berdandan, pelatihan menyeduh kopi atau berkebun.
Tapi malah (lagi-lagi) belajar soal bahagia.
Perhaps it’s a sign of my stupidity of being happy.

6. Prasangka Baik

Tugasnya ngapain?
Ketemuan, video call atau sejenisnya sama bebo KIMI.
Di tugas inilah gue merasakan faedahnya memiliki leluhur dan senior yang galak macam bebeb Nani Kurniasari, rencana awal mau ketemuan sama bebo-bebo yang udah jadi “zona nyaman” buat gue berakhir GATOT KACA yang artinya GAgal ToTal dan KACAbak yang lain aja alias jadinya sama yang lain gara-gara ditegur bebeb.

Eh..tapi ngga nyesel sih video call sama Nia dan Dita yang karakternya macam bubur dan kerupuk plus ketemuan sama Upit yang letak rumahnya ujung ke ujung sama rumah gue.

7. Inner Child

Nyari inner child itu susah susah kampret ternyata, jangankan inget cita-cita masa kecil, naro kacamata aja gue sering lupa😤
Tapi Alhamdulillah wa syukurilah berhasil juga gue ngerjain tugas ini.
Atas berkat Rahmat Allah yang Maha Kuasa serta didorong oleh keinginan luhur dan diseret-seret makhluk lain yang judulnya Risa Nadia.
Cita-cita masa kecil gue termasuk yang kodian sih.
Jadi penari bali.
Cuma berhubung foto gue pake kostum penari bali lebih mirip pesut didandanin dan dikhawatirkan mencederai mata orang yang memandang, jadilah foto itu gue bagi untuk teman-teman terdekat aja yang memang secara mental sudah lumayan teruji.

8. Do what you want to do
Ini adalah my favorite challenge EVERRR!!
😂😂
Dasaaaar pemalassss…yang pengen gue lakukan adalah…mageritawati sepanjang hari dooons…
Eh tapi ngga juga deng..pada akhirnya gue melanjutkan untuk ketemuan-ketemuan bersama teman..bebo KIMI sih kebanyakan.

9.Belajar Mendengar

Waktunya untuk menyelaraskan fungsi telinga, hati dan jiwa.
Siapa makhluk yang akhirnya gue pilih untuk didengerin?
Lagi-lagi manusia dengan judul Risa Nadia.
Sebel sih diomongin jangan bodoh.
Tapi ya gimana lagi?emang..gue..bodoh..
ya masa bodoh dipiara piara akan daku sehingga dia besarlah.

10. Thanks to me

Thanks to me?
Is it really necessary ?
Sebenernya gue hampir ngga pernah berterimakasih sama diri sendiri, nyalahin, benci, dan marah-marah sama diri sendiri sih sering.
Pikir-pikir…kasian ya si diri ini.

Makasih ya Mayang…kamu masih berusaha bertahan sampe titik ini… kalau lagi ngga kuat, ngga usah mikir jauh-jauh, coba aja bertahan sampe esok hari.

Hang on for one more day okay?

WUFFYUUU💟😚

KOPI

Sejujurnya sampai saat ini gue masih belom ngerti apa enaknya minum kopi pahit.

Walaupun ada yang bilang kopi pahit lebih sehat dari kopi manis atau kopi berasa-rasa macam rasa karamel, rasa hazelnut, rasa yang tertinggal dan rasa sayang yang tak berbalas, gue masih tetep lebih milih kopi manis dengan macam-macam rasa, kecuali dua rasa terakhir…

Untuk dua rasa yang terakhir gue masih lebih mending minum kopi pahit featuring brotowali, biar sehat berganda.

Pait, pait deh ampe ubun-ubun.

Lagian belum tentu kan kopi pahit lebih sehat?

Mari kita tengok kasus kopi sianida…

Kenapa coba sampe ada orang yang ngga sadar kopinya dikasih sianida?
Karena kopinya pahit, jadi mau dicampur sianida atau bahkan pupuk kandang pun ngga akan kerasa kayanya, apalagi yang minumnya lagi ngga sadar atau sembari ngigo.

Ada lagi nih yang bilang, kalau kita udah bisa menikmati, kopi pait itu enak kok, ada rasa buah, bunga bahkan ubi dalam secangkir kopi pahit.

Nih ya, kalo mau ngerasain buah atau bunga, ya ngapain minum kopi, makan aja itu buah langsung atau nyemilin kembang macam Susana, ribet amat!

Tapi emang sih, wangi kopi itu enaak..banget menurut gue, dan gue doyan kopi manis dan café latté atau kopi dengan perisa karamel atau hazelnut plus tambahan whip cream, oreo, es krim dan lain-lain yang enak-enak tapi rawan bikin gendut dan diabetes.

Ngga sehat banget ya?

Jadi kayanya kalo mau menikmati kopi jangka panjang dan lebih sehat kayanya gue juga harus belajar menikmati kopi pahit.

Miriplah sama hidup, ngga sehat juga buat jiwa kalau hidup pengennya manis-manis aja, karena ngga mungkin juga hidup di dunia isinya manis doang.

Plus, kalo hidup gue manis-manis aja bisa-bisa gue kadar sengak dan sombongnya nyampe level Firaun.

Berasa jadi manusia paling oketa sejagat raya.

Kalo jalan bawaannya ngga bisa nunduk, terus begitu ngomong sama orang, tangannya udah ngga tolak pinggang lagi, tapi nyampe ketiak, saking sok-nya.

Jadi kayaknya suka ngga suka gue harus belajar bersyukur dan menikmati pahitnya hidup, karena InsyaAllah pahitnya hidup yang Tuhan kasih ngga mengandung sianida, tapi obat yang menyehatkan jiwa.

Avenger Infinity War di Mata Jamaah Non-Marveliyah

Sebagai makhluk yang masuk ke dalam jamaah non-marveliyah ataupun Disiyyah (baca :DC) sejujurnya gue gak segitu cintanya sama Avenger atau film sejenisnya.

Jadi pas mau nonton ini bener-bener ngga ekspektasi apapun, belom lagi terbatasnya pengetahuan gue soal karakter superhero maupun penjahat yang ada.

Kalo yang udah ngetop banget macam Capten America, Iron Man, Black Panther, Spiderman, Hulk, doctor Strange atau Thor sih masih ngerti ya, tapi pas muncul tokoh semacam Vision, Wanda sama beberapa tokoh lainnya itu ibarat gue liat ada gosip heboh di Lambe Turah trus gue mikir ini siapa sih? Kok gue taunya malah di Lambe Turah?

Mak-dar-it (baca:maka dari itu), gue coba menikmati saja.

Sesuai dengan judulnya, Avenger Infinity War, isi filmnya ya perang terus-terusan antara geng Avenger dan geng jahat yang ketuanya namanya Thanos.

Si Thanos ini menurut gue ketularan hobi yang mewabah di kalangan pria-pria di Indonesia beberapa tahun lalu. Ngumpulin batu akik.
Batu akik bukan sembarang batu akik. Batu akik super yang kalo satu seri ini bisa terkumpul semua, kolektornya berubah jadi sakti luar biasa.

Makanya geng Avenger ngga rela batu akik seri ini diambil sama Thanos semua. Perang deh jadinya.

Walaupun isinya perang-perangan, ngga ngebosenin dan capek nontonnya, soalnya animasinya keren dan banyak yang lucu-lucu.

Lucu dalam arti kata mengundang tawa ataupun tampilan pria-pria yang mengundang sebagian wanita bilang “iiih….lucuuu” dengan tatapan mupeng dan nyaris mimisan.

Tapi serius deh, film ini adalah tipe film yang kalo sampe bocor endingnya, akan sangat merusak keseruan nonton.

Jadi wahai kamu manusia bani-spoiler di luar sana!
Tolong ya kalo mau selamat dari sambitan dan perundungan dari orang-orang yang penasaran pengen nonton tapi belom sempet nonton, jangan berani-berani uji nyali bocor-bocor.

Jangan!

Walaupun bocorannya cuma rembesan.

SYUKUR (IN)

Penting banget ya belajar bersyukur.

Syukur itu (katanya) penyebab orang menjadi sabar, penghalau iri-dengki dan salah satu jalan menuju kebahagiaan.

Kok bisa dengan bersyukur kita jadi sabar?

Bisa banget,
malah Nouman Ali Khan bilang, orang itu bakal susah jadi sabar kalau dia ngga bisa bersyukur.

Jadi sabar itu tujuannya dan bersyukur itu caranya.

Kalo orang terkena sesuatu yang tidak menyenangkan dan disuruh sabar, kemungkinan dia bakal ngeden sambil nahan sedih.

Tapi kalo dia belajar bersyukur saat tertimpa hal yang bikin dia sedih, dia belajar untuk merubah fokusnya ke hal-hal dimana dia bisa bilang
” Alhamdulillah ya Allah, terimakasih…”

Nah si titik-titik itu bisa diisi dengan berbagai hal yang bikin sedih terus pindah fokus ke yang lain, untuk bersyukur dan berterimakasih.

Misal nih ” Alhamdulillah ya Allah, terimakasih, walaupun gaji gue pas-pasan, Engkau mengaruniakan hamba dengan teman yang baik, yang tidak hanya mengajak ke surga tapi juga mengajak traveling mewah keliling Eropa, tanpa harus mengeluarkan sepeserpun biaya..”

Nah, kalo udah gitu, kita jadi ngga fokus ke gaji yang pas-pasan, tapi lebih fokus ke temen yang baik sama kita.

Eh, tapi, gila aja sih kalau udah punya temen yang ngajak ke surga dan keliling Eropa tanpa biaya ngga juga bersyukur.

Cek deh ke dokter, urat tau diri lo masih nyambung atau udah putus…

Oh iya, ini sih opini pribadi, kalau mau belajar bersyukur, ada baiknya lo menghindari bersyukur dengan cara nyukurin orang.

Kesannya kaya lo bahagia tapi di atas penderitaan orang lain.

Apalagi pake mention di medsos atau bahkan ngomong di depan orangnya langsung.

Contoh nih :

” Kasian banget ya elu til, udah tampang standar, cowok lu rakyat jelata, tukang selingkuh pula, gue mah Alhamdulillah, tampang beda tipis sama Raisa dan Nia Ramadhani, terus cowok gue baik, setia, tajir, pinter dan tampangnya nyerempet-nyerempet Omar Borkan pula!”

Sambil nepuk-nepuk pundak temennya dia lanjutin ngomong ” yang tabah ya til..”

Itu temennya si Util, niat baiknya bersyukur bisa menyebabkan malapetaka untuk dirinya sendiri, karena menanamkan bibit angkara murka dalam hati si Util dan hasrat ingin menyambit sang teman dengan objek berat, yang dapat menimbulkan luka namun mudah didapat. Pacul misalnya.

Minimal si Util jadi sedih dan jadi iri dengki karena merasa jadi manusia yang menderita.

Tapi sebenernya, si Util ngga perlu iri, apalagi dengki, kalo aja dia udah belajar mengenal dirinya sendiri.

Plus punya keyakinan penuh bahwa Allah Maha Baik dan ngga mungkin pilih kasih apalagi menzhalimi.

Kalau jiwa sudah penuh syukur dan bebas iri, siap-siap aja ada bahagia yang menghampiri.

SYUKUR (IN)

Penting banget ya belajar bersyukur.

Syukur itu (katanya) penyebab orang menjadi sabar, penghalau iri-dengki dan salah satu jalan menuju kebahagiaan.

Kok bisa dengan bersyukur kita jadi sabar?

Bisa banget,
malah Nouman Ali Khan bilang, orang itu bakal susah jadi sabar kalau dia ngga bisa bersyukur.

Jadi sabar itu tujuannya dan bersyukur itu caranya.

Kalo orang terkena sesuatu yang tidak menyenangkan dan disuruh sabar, kemungkinan dia bakal ngeden sambil nahan sedih.

Tapi kalo dia belajar bersyukur saat tertimpa hal yang bikin dia sedih, dia belajar untuk merubah fokusnya ke hal-hal dimana dia bisa bilang
” Alhamdulillah ya Allah, terimakasih…”

Nah si titik-titik itu bisa diisi dengan berbagai hal yang bikin sedih terus pindah fokus ke yang lain, untuk bersyukur dan berterimakasih.

Misal nih ” Alhamdulillah ya Allah, terimakasih, walaupun gaji gue pas-pasan, Engkau mengaruniakan hamba dengan teman yang baik, yang tidak hanya mengajak ke surga tapi juga mengajak traveling mewah keliling Eropa, tanpa harus mengeluarkan sepeserpun biaya..”

Nah, kalo udah gitu, kita jadi ngga fokus ke gaji yang pas-pasan, tapi lebih fokus ke temen yang baik sama kita.

Eh, tapi, gila aja sih kalau udah punya temen yang ngajak ke surga dan keliling Eropa tanpa biaya ngga juga bersyukur.

Cek deh ke dokter, urat tau diri lo masih nyambung atau udah putus…

Oh iya, ini sih opini pribadi, kalau mau belajar bersyukur, ada baiknya lo menghindari bersyukur dengan cara nyukurin orang.

Kesannya kaya lo bahagia tapi di atas penderitaan orang lain.

Apalagi pake mention di medsos atau bahkan ngomong di depan orangnya langsung.

Contoh nih :

” Kasian banget ya elu til, udah tampang standar, cowok lu rakyat jelata, tukang selingkuh pula, gue mah Alhamdulillah, tampang beda tipis sama Raisa dan Nia Ramadhani, terus cowok gue baik, setia, tajir, pinter dan tampangnya nyerempet-nyerempet Omar Borkan pula!”

Sambil nepuk-nepuk pundak temennya dia lanjutin ngomong ” yang tabah ya til..”

Itu temennya si Util, niat baiknya bersyukur bisa menyebabkan malapetaka untuk dirinya sendiri, karena menanamkan bibit angkara murka dalam hati si Util dan hasrat ingin menyambit sang teman dengan objek berat, yang dapat menimbulkan luka namun mudah didapat. Pacul misalnya.

Minimal si Util jadi sedih dan jadi iri dengki karena merasa jadi manusia yang menderita.

Tapi sebenernya, si Util ngga perlu iri, apalagi dengki, kalo aja dia udah belajar mengenal dirinya sendiri.

Plus punya keyakinan penuh bahwa Allah Maha Baik dan ngga mungkin pilih kasih apalagi menzhalimi.

Kalau jiwa sudah penuh syukur dan bebas iri, siap-siap aja ada bahagia yang menghampiri.

(Ma)kan Pa(pan)

Denger kata mapan, yang pertama terlintas di otak malah makan papan.
Dikata rayap, makan papan.

Lintasan pikiran yang muncul kemudian, setelah denger kata mapan adalah salah satu kriteria pria yang diidamkan wanita yang sering diartikan karier yang mantap dan kondisi finansial yang penuh kestabilan.

Kalau bisa hartanya ngga abis dimakan berturunan-turunan. Soalnya kalo cuma sampe 7 turunan kan kasian yang turunan ke-8

Jadi kriteria idealnya gini :
Tampan-Mapan-Dermawan-Cendekiawan-Budiman.

Wadaw.
Sempurna amat.

Padahal sempurna cuma milik Tuhan, sama Andra and The Backbone (kalo kata kang Soleh Solihun).

Iya dehh punya Gita Gutawa juga.

Dasar kamu anak millenial, kenalan juga dong ah sama Andra and The Backbone!

Back to topic, sebagai tambahan kriteria, ukhti-ukhti nan solehah biasanya juga mengidamkan yang sering ikut pengajian.

Jadi kriterianya nambah.

Tampan-Mapan-Dermawan-Cendekiawan-Budiman-Rajin pengajian.

Ada ngga ya pria yang kaya gini?
Mungkin ada, tapi kemungkinan Allah memasangkan mereka dengan kaum wasubidu.
Apa itu wasubidu?
WAnita SUrga BIdadari DUnia.

Apakah anda jenis wanita itu?
Kalau saya sih tentu…

BUKAN

Hari gini masih ngarep-ngarep dibahagiakan oleh pria mapan nan rupawan?
Situ mau pengeretan?
Situ butuh pengakuan?
Situ butuh pasangan atau pajangan?
Atau mau terjebak dalam hidup penuh ke -halu-an?
Duh sis, udah ngga jaman…

Apalagi nyenderin harapan di pundak orang supaya dapet kemapanan dan kebahagiaan.
Itu sih udah jaminan.
Jaminan dapet kekecewaan.

Jadi gimana dong biar ngga kecewa?

Mungkin kita bisa periksa ulang, hubungan kita sama Tuhan, yakin udah mapan?

Karena definisi mapan sesungguhnya adalah kondisi yang stabil dan penuh kemantapan.

Catatan untuk K-Poers

Sebagaimana perempuan pada umumnya yang memiliki persediaan 20.000 kata perhari untuk dihamburkan, gue sangat menikmati aktivitas obral-obrol.

Lazimnya dalam aktivitas ngobrol itu yang dilakukan selain berbalas komentar ya tanya jawab yang biasanya dilakukan dalam kondisi santai.

Tapi ya, dari sekian banyak aktivitas obral-obrol, baik yang gue amati ataupun gue lakoni sendiri, ada jenis pertanyaan yang bikin gue balik bertanya-tanya dalam hati apa sih faedahnya si orang ini nanya kaya beginian…

Kaya gini nih misalnya :

1. Nanya umur, tinggi dan berat badan dan sejenisnya.

Nih ya…untuk beberapa jenis perempuan, terutama dengan kadar baper level kahyangan, pertanyaan macam ini sangatlah membuat enggan untuk melanjutkan obrolan. Kecuali sang penanya adalah petugas kesehatan atau bagian pendaftaran di rumah sakit atau klinik dokter, pikir ulang deh, ngapain coba nanya ginian?
Senapsaran?
Jangan-jangan hidup lo kurang kegiatan, kaya ginian doang bikin lo penasaran.

2. Nanya status pernikahan dan yang berhubungan dengan itu.

Pertanyaanya adalah, situ siapa?

Petugas sensus?
Petugas bagian pendataan?

Kalo bukan, ngapain nanya-nanya soal status perkawinan?
Apalagi nanya kapan kawin, kenapa ngga kawin-kawin atau kenapa udahan kawin.

Percaya deh, kalo seseorang ngga cerita duluan sama lo soal perkawinannya, berarti emang lo ngga berhak tau soal itu.

Lagian apa sih jawaban yang lo harapkan dari pertanyaan kenapa ngga kawin-kawin atau kapan kawin?

Mau sponsorin bikin pestanya?
Mau ngasih hadiah rumah dan kapal pesiar mewah?

Palingan kalo orangnya udah sebel ditanyain kaya gitu terus lo bakal ditanya balik,
“Lo kapan mati?”
“Lo kenapa ngga mati-mati?”
“Lo udah kawin kan ya? Kok ngga keliatan hepi? Elunya nyebelin sih ya?”

3. Nanya kapan punya anak atau kapan nambah anak

Seriusan deh, coba itu perasaannya pake dikit aja, ada loh pasangan yang emang pengen banget punya anak dan usaha kemana-mana tapi memang Allah belum kasih, trus lo nanya kaya gini kira-kira bantu ngga?
Kalaupun emang ada pasangan yang ngga mau punya anak, itu pun hak mereka kan?
Apalagi soal nambah anak lagi, duuuh…tolonglah, ini juga sama sekali bukan urusan orang yang nanya, emang situ udah jadi orangtua sempurna buat anaknya?
Yakin anaknya ngga tersiksa?
Coba deh cek-cek lagi..

4. Nanya hal-hal yang berkaitan dengan finansial

Nanya pendapatan misalnya, padahal deket juga ngga, kadang malah baru kenal, ini maksudnya apa ya? Situ mau studi banding?

Atau baru kenal tapi udah nanya tagihan rekening listrik, padahal bukan petugas PLN, ini sumpah pernah kejadian sama gue, aneh banget tu orang, speechless jadinya.

5. Nanya tapi (terkesan) menghakimi

Contoh nih, ada akhwat berkerudung punya hobi baca buku fiksi dongeng yang dianggap kurang berfaedah bagi kalangan tertentu, terus tiba-tiba ditanya ” duh ukhti, gimana caranya tetap menjaga keseimbangan ibadah dengan hobi seperti itu? ”

Menurut ngana si ukhti bakal jawab apa?

“Oh saya biasanya bawa kitab suci di tangan kanan dan novel eragon di tangan kiri, lalu berjalan di atas tali”

Dih..lo pikir si ukhti mendadak sirkus?

Duhai para K-Poers, sesungguhnya tiada salah memiliki rasa penasaran, tapi carilah hal yang berfaedah dan bermaslahat untuk ditanyakan.

Misteri Illahi misalnya, cobain deh jadiin bahan buat penasaran.

Gambar pinjem dari sini

https://thewavefoundation.org/talk-about-it-tuesdays/talk-about-it-tuesdays2016/

C.A.N.T.I.K

Beauty is in the eye of the beholder …

Yang artinya, selamat datang di indoremet…

Bukanlah…itu mah salam wajib mba atau mas penjaga toko.

Beauty is in the eye of the beholder artinya cantik itu tergantung dari orang yang memandang, sangat bergantung dari persepsi penikmatnya.

Tyra Banks bilang perempuan itu cantik apapun bentuknya sepanjang dia mencintai dirinya sendiri.

Mau gendut, mau kurus mau natural mau oplas, dia cantik sepanjang dia mencintai dirinya sendiri.

Gue awalnya mikir, hyaiyalah yang ngomong Tyra banks, model, dia mah emang udah cetakannya cantik kemana-mana. Sedap dipandang mata.

Tapi ternyata dia pernah ngga PD karena terlalu kurus dan pernah juga sedih gara-gara ditolak jadi model runway gara-gara b*k*ngnya dianggap kegedean.

Tapi setelah dapet booster dari ibunya, dia bisa bangkit dan jadi model yang sukses plus jadi host acara American Next Top Model.

Cerita-cerita semacam Tyra begini pernah gue temuin beberapa dari kalangan model, mereka berusaha memorak porandakan standar cantik dari orang kebanyakan bahwa cantik itu tidak harus selalu mulus, berkulit terang, langsing dan sejenisnya, tapi bervariasi bentuknya.

Eh tapi kalo cantik itu tergantung siapa penikmatnya, dimana sebagian besar penikmat kecantikan cewek adalah cowok (dengan asumsi lurus alias ngga belok), seberapa banyak cowok yang mengagumi bisa jadi parameter kecantikan dan ngga jarang menimbulkan kebanggaan.

Nah, yang sedih adalah cewek fakir cinta dan tuna asmara yang bukan karena pilihan sendiri alias emang beneran ngga ada yang bisa dipilih, plus dihinggapi virus minder yang berkembang biak.

Tervalidasilah dia merasa buruk rupa, kalau udah gini siap-siap aja deh bertemen sama merana dan nestapa.

Tapi ya, ada aja nih, cewek yang secara kasat mata udah indah diliatnya, cowok pengagum beraratan dimana-mana, teteep aja ngerasa jelek.
Udah gitu pake curhat lagi, curhat sama cewek yang kondisinya bertolak belakang dengan yang curhat.

Ngeselin banget !

Bayangin deh ada sesosok cewek yang sebentuk dan sebangun sama Raline Syah atau Raisa ngeluh gendut sama temen ceweknya yang kalo dia pake legging motif kembang kuncup, kembangnya bisa mekar begitu dia yang pake.

Gimana coba perasaan lo kalo jadi cewek yang dicurhatin itu?

Sedih kan?

Sebenernya ngga perlu sedih sih, terima aja dulu curhatnya, selesai dia ngomong, baru tampol mukanya sambil ngomong “kaga bersyukur banget sih lu!!”

Kalo dia sadar Alhamdulillah, tapi kalo ditampol balik ya wajarlah, kan emang sakit kalo ditampol.

Jadi daripada maen tampol-tampolan yang sepertinya memiliki efek kurang baik buat kesehatan, ada baiknya kita sadar ada yang lebih penting dari sekadar ukur mengukur soal kecantikan.

Ingatlah pepatah,
secantik-cantik Raisa dia akan keriput juga
Jadi mending biasa aja kan sis?
Biar awet……. ( jeleknyah)

Dilan-effect

Sejak film dilan 1990 tayang di bioskop-bioskop kesayangan anda 4 purnama silam, dilan-effect mulai mewabah dimana-mana.

Dari mulai meme-meme (please bacanya ‘mim’ ya..soalnya kalo lo baca sesuai tulisan apalagi huruf ‘e’ dibaca kaya lo baca sate, rawan kepleset dan bahaya) sampe quotes dan plesetannya yang bertebaran dimana-mana macam rindu itu berat, kamu ngga akan kuat, biar mamang becak aja yang angkat dan sebagainya.

Belom lagi fenomena senyum-senyum gemas setelah nonton, akibat dari mengenang memori rayuan gombalita dalam dosis menagih bersama pasangan maupun para mantan.
Serta meningkatnya pamor Iqbal (ex) CJR dua kali lipat dari sebelumnya.

Kok bisa dua kali lipat?

Iyalah…soalnya jaman Iqbal berjaya di coboy junior dan CJR, yang ngecengin dia paling cewek-cewek abg seumuran dia, paling banter cewek-cewek pra-abg yang kelebihan hormon.

Nah setelah dia main di film Dilan, fans fanatiknya berkembang biak ke generasi seumuran tante-tantenya.

Dahsyat ya?

Bahkan temen gue ada yang rela nonton film temen tapi menikah cuma karena pengen liat Iqbal yang muncul selama beberapa menit sebagai cameo di film ini.

Beruntung banget emang si Iqbal, selalu ketiban jadi pusat perhatian sejak dia di Coboy Junior dan CJR, dan ketenarannya selalu membayang bayangi anggota lainnya, sampe-sampe di grup itu anggota lain kesannya cuma pelengkap Iqbal aja.
Gue ucapkan turut prihatin untuk mantan anggota coboy junior dan CJR lainnya….hidup kadang pahit ya nak…*pukpuk..

Chemistry yang terbangun antara Dilan-Milea alias Iqbal-Vanesa ini juga cukup bikin baper penonton sampe ada yang ngga rela waktu Vanesa main di film teman tapi menikah dan jadian beneran sama lawan mainnya Adipati Dolken.

Yakali sis…jangan halu dong ah, hidup orang juga,kenal juga ngga, ngapain juga kita yang urusin, malah bagus kan si Vanesa jadian sama Adipati Dolken, jadi Iqbal bisa ada kemungkinan jadian sama kita (lah..malah tambah halu).

Gue rasa Dilan-effect ini kalaupun udah abis masanya akan selalu dikenang dan ninggalin memori yang kuat buat para fans nya.
Seperti halnya jaman 80an ada si boy – effect, 90an ada Lupus-effect dan awal 2000an ada Rangga-effect.

Buat cewek-cewek yang masih terdilan-dilan, jangan yaa sampe kelamaan, ampe kelupaan angkat jemuran, apalagi sampe lari dari realita kehidupan.

Gambar minjem dari sini :

http://m.pulsk.com/655143/